Jenis-jenis Ban Mobil dan Kode yang ada pada Velg

Jenis jenis ban

Ban Off road ( Mud Tyre/ MT )

Mempunyai corak yang kasar dan seringkali telapaknya dapat membersihkan sendiri dari kelompok lumpur tebal yang menempel diban. Compound ban yang lembek pun memberi atraksi lumayan baik di lintasan off-road dan yang jelas dapat dipakai secara agresive di medan berlumpur atau lintasan yang berat laksana di lintasan berbatu.

 

ban mobil

ban mobil

 

Karena compound yang empuk maka ban mobil ini bakal cepat habis bilamana digunakan dijalan raya serta tidak memiliki daya cengkram yang baik bilamana digunakan dilintasan aspal. Hal ini disebabkan type ban dengan corak kembang yang berjauhan sehingga memiliki jarak pengereman yang jauh bilamana digunakan dijalan aspal sewaktu hujan.

Ban ini pun menimbulkan suara yang lumayan mendengung bilamana digunakan pada kecepatan tinggi dijalan raya. Pada negara tertentu laksana Singapore dan Australia, ban ini tidak ijinkan dipakai dijalan raya.

Mud Tyre (MT)

Ban Bagi Segala Medan (All Terrain /AT)

Ban ini memiliki corak yang sedikit bertolak belakang dengan type MT. Sesuai dengan namanya maka ban ini dapat dipakai disegala medan. Namun demikian ban ini mempunyai kekurangan dan tidak lumayan tangguh pada medan yang extrem seperti menghadapi lumpur yang dalam serta salju yang tebal misalnya. Meskipun begitu ban ini lumayan dapat diandalkan pada lintasan aspal, rintangan yang enteng seperti jalan berbatu, jalan tanah (gravel) lintasan salju tipis tetapi bukan lintasan serius yang sarat dengan lumpur yang dalam.

All Terrain (AT)

Ban Bagi Lumpur dan Salju (Mud and Snow /MS)

Mudah guna dikenali dengan simbol MS pada samping ban dimana ban ini sesuai untuk medan bersalju dan lumpur yang ringan. Cocok guna pengendaraan dilintasan basah dan memiliki daya cengkeram yang lumayan baik.Mud and Snow (MS)

Ban Bagi Kecepatan Tinggi Jalan Raya (Highway Tyre / HT)

Di rancang khusus guna permukaan aspal atau jalan raya. Corak bannya mempunyai format multi guna dikomparasikan corak ban biasa dengan dan yang jelas tidak berisik untuk pemakaian dalam kota. Dianjurkan semua pemilik 4×4 yang memakai kendaraannya untuk keperluan sehari hari guna pula melakukan pembelian ban dengan type ini dan pun ban untuk kebutuhan off-road.

Kode-kode pada velg

Bahasa velg lazimnya lebih simpel dibanding bahasa ban. Sebagai contoh: Sebuah velg tercantum kode 7 1/2 (7.5) x 17 lantas 4/114.3 dan ET +40.

Angka 7.5 pada susunan kode 7.5 x 17 adalah lebar velg dalam satuan inci sedangkan angka 17 adalah diameter velg dalam satuan inci. Arti angka 7.5 x 17 berarti velg mempunyai lebar 7,5 inci dengan diameter 17 inci.

Rangkaian kode 4/114.3 adalah kode untuk mengindikasikan jumlah baut yakni 4 baut dan 114.3 adalah kode guna PCD (Pitch Circle Diameter)yakni diameter pola lingkaran posisi baut dalam satuan milimeter. Jadi andai ada kode 5/112, berarti velg itu mempunyai 5 lubang baut dengan PCD 112 mm.

Kode ET adalah ukuran offset velg. Velg mempunyai dua bibir yakni bibir luar dan bibir dalam. Jika dudukan baut velg berada tepat di tengah-tengah antara bibir luar dan bibir dalam (centerline) berarti velg mempunyai offset 0.

Posisi dudukan baut velg semakin ke arah luar berarti velg mempunyai offset positif begitu pula sebaliknya andai posisi dudukan roda ingin lebih ke arah dalam berarti negatif. Jadi andai pada velg tertulis ET +40 itu dengan kata lain posisi dudukan baut roda pada velg bergeser ke luar sejauh 40 mm.

Umumnya empunya kendaraan jarang malakukan kekeliruan dalam memilih ukuran ban dan velg serta ukuran PCD. Akan tetapi empunya kerap lalai mengukur offset-nya sampai baru diketahui sesudah ban dan velg siap dipasang atau bahkan sesudah dipasang pada kendaraan.

Kebanyakan problem yang timbul ialah mentoknya ban dengan komponen bodi kendaraan laksana pada bibir spakbor atau fender, piring dudukan pegas suspensi atau dinding apron maupun dinding lokasi tinggal roda dampak melupakan hal offset.

Kalau telah begini, seringkali pemilik menyiasatinya dengan menambahkan spacer supaya ban tidak mentok. Namun perlu dikenang bahwa pemakaian spacer menciptakan velg mempunyai potensi bergeser dari posisinya sebab tumpuan velg melulu bergantung pada ikatan baut-baut roda.

Seharusnya velg menempel sempurna pada dudukan roda dan terbendung oleh tonjolan poros roda supaya posisi roda tetap center pada dudukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *